Agama

now browsing by category

 

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Abbasiyah

Dinasti Abbasiyah, pengembangan ilmu pengetahuan, pengembangan ilmu agama, ilmu pengetahuan secara umum dan peran ilmuwan selama dinasti Abbasiyah. Sumber : waheedbaly.com

Berikut ini adalah dokumen tentang ilmu pembangunan selama dinasti Abbasiyah, serta perkembangan di bidang ilmu lainnya, di mana saat itu para ilmuwan Muslim memainkan peran penting dalam penemuan dan penelitian pada waktu itu.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Abbasiyah

Sejarah perkembangan ilmu di Disyat ini, banyak ilmuwan Muslim yang sangat baik pada saat itu, tidak hanya dalam ilmu agama tetapi juga dalam ilmu teknologi dan ilmu sains lainnya, ilmuwan Muslim sangat dominan dalam perkembangannya.

Kita harus tahu bahwa pendiri dan penguasa dinasti Abbasiyah adalah keturunan Abbas, yang adalah paman dari nabi Muhammad.

Kelanjutan dinasti Abbasiyah dari 156 – 664 H atau 750 – 1258 M, didirikan dan dipimpin oleh Abdullah as-Saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas.

Dinasti ini adalah dinasti yang bertahan lebih lama dari dinasti lain seperti dinasti Umayyah dan sebagainya, saat ini Islam menduduki puncak kejayaan dalam hal semua bidang.

Bentuk kemajuan selama dinasti Abbasiyah

Selama kelanjutan dinasti ini, banyak ilmuwan Muslim telah membuat banyak kemajuan, baik ilmiah maupun keagamaan, termasuk:

Perkembangan di bidang ilmu agama

Kemajuan di bidang ilmu agama terdiri dari berbagai sektor termasuk:

1. Penafsiran

Ilmu Tasfir berkembang sangat cepat, dengan penerapan interpretasi secara sistematis dan lengkap dan juga tidak dapat dipisahkan dari hadits.

Penafsiran ini dikembangkan oleh seorang ilmuwan komentator bernama Ibnu “Athiyah, dan penafsirannya bernama bi al-Ma’tsur, yang berarti penafsiran Alquran berdasarkan sanad dan sejarah Alquran.

2. Ilmu Hadits

Perkembangan ilmu hadits ditandai dengan penyaringan hadis, melalui metode kritik yang membuat tradisi ini lebih berkualitas.

Dan hadits akhirnya dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yang meliputi:

Hadits Shaih
Hadits Hasan
dan Hadits Da’eef

Para sarjana yang terkenal karena pengetahuan mereka tentang hadits termasuk

Bukhari
orang yg beragama Islam
Abu Daud
Tirmiji
Ibn Majah
Nasa’i

Dan mereka dikenal di dinasti yang berjudul Al-Kutub as-Sittah, gelar ini diberikan karena dia-telah berhasil mengkondisikan hadits-hadits Nabi SAW.

3. Ilmu Kalam

Kemajuan dalam ilmu Kalam lahir dari ulama termasuk Abu Hasan Al Asyari, Al Ghozali, Al-Bagilani dan Abu Mansur Al-Maturidi, mereka adalah orang-orang yang telah memecahkan masalah agama dari serangan orang-orang Kristen dan Yahudi dalam ilmu masalah filosofis dan keterampilan serta sains Pengetahuannya adalah bahwa mereka dapat mempertahankan Islam.

4. Yurisprudensi

Perkembangan dinasti ini lahir di empat sekolah yang mereka sangat terbukti dalam kasus yurisprudensi, termasuk yang

Imam Syafi’i
Iman Abu Hanifiah
Imam Malik
Imam Ahmad ibn hambal

Sekarang ini adalah perkembangan ilmu agama selama dinasti Abbasiyah, maka perkembangan ilmu-ilmu lain sebagai berikut

Perkembangan di bidang ilmu umum

Dalam dinasti ini, di samping pengetahuan agama, sains telah dikembangkan dengan cara yang sangat signifikan dan di antaranya

1. Ilmu kedokteran
Ilmu kedokteran pada saat itu telah memasuki fase puncak perkembangannya, banyak dokter Muslim lahir pada saat itu, di antaranya yang paling dikenal adalah Yuhannah bin Musawaih, pada saat itu banyak karya yang telah dibuat oleh para ahli yang berkaitan dengan ilmu kedokteran dan kemudian menuangkan buku yang sangat terkenal yang disebut Al-Qonun dan dalam bahasa baratnya dikenal sebagai The Canon.

2. Astronomi
Pada saat itu bahkan ilmu asatronom telah berkembang, ilmu ini telah berhasil dipelajari oleh para ilmuwan Muslim dan pertama kali bahkan mereka yang berhasil menciptakan perangkat yang mengukur ketinggian bintang ilmiah ini disebut ilmu astrolaber dan ilmuwan yang berhasil menciptakan alat ini disebut Al-Fazzari

3. Matematika
Matematika berasal dari ilmuwan nasional India selama kekhalifahan Al-Mansur, dan kemudian matematika ini berhasil dikembangkan oleh para ilmuwan Muslim bernama Al-Khawarizi dan Hasbah, mereka mengembangkan matematika ini dengan menemukan penghitungan angka nol yang disebut ilmu al-jabar dan karya Ilmuwan Muslim dimasukkan dalam sebuah buku dan diberi nama oleh Hisab Al-jabar wa Al-Muqobalah.