Diet Keto Tidak Boleh Dilakukan Oleh 3 Orang Ini :

Diet ketogenik, atau lebih dikenal dengan diet keto, tetap merupakan metode yang efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, diet keto juga memiliki sejumlah risiko kesehatan yang harus diwaspadai. Beberapa orang bahkan tidak disarankan untuk mengikuti diet keto karena berpotensi membahayakan kesehatan mereka. Jadi siapa yang tidak bisa mengikuti diet keto?

Risiko kesehatan berasal dari diet Keto

Prinsip diet keto adalah diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Dengan tidak adanya karbohidrat, tubuh akan beralih ke membakar cadangan energi dalam bentuk lemak.

Diet keto secara efektif membakar lemak tubuh, sehingga dianggap efektif untuk menurunkan berat badan. Anda bahkan tidak perlu khawatir untuk memantau jenis makanan yang dikonsumsi atau menghitung asupan kalori harian Anda.

Namun, diet keto juga memiliki efek samping. Selama minggu pertama menjalani diet keto, Anda bisa mulai merasa sakit. Ini adalah gejala utama dari suatu kondisi yang disebut keto influenza, salah satu risiko paling umum dari diet keto. Gejala termasuk pusing, kelelahan, gangguan tidur, lekas marah, halitosis, nyeri otot, masalah pencernaan seperti sembelit, mual dan sakit perut.

Jika dilakukan lama, diet keto dapat memicu ketosis. Ketosis adalah fase di mana lemak adalah penghasil energi terbesar bagi tubuh. Hasil metabolisme lemak menghasilkan produk limbah yang disebut keton.

Ketosis sebenarnya tidak selalu berbahaya bagi kesehatan. Keton yang dihasilkan selama fase ketosis bahkan dapat menjadi sumber energi yang berguna bagi otak. Namun, ketosis dapat memiliki efek berbahaya pada beberapa orang.

Siapa yang tidak seharusnya mengikuti diet keto?
Risiko diet keto umumnya terkait dengan ketosis dan pengaruhnya terhadap perubahan metabolisme yang drastis. Berdasarkan pertimbangan ini, berikut ini adalah kelompok orang yang tidak boleh mengambil diet keto:

1. Penderita diabetes
Untuk penderita diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol, ketosis dapat memicu komplikasi berbahaya yang disebut ketoacidosis. Kondisi ini ditandai dengan tingginya jumlah keton dalam darah sehingga darah menjadi asam.

Jika darah menjadi asam, sistem dalam tubuh tidak akan dapat berfungsi secara normal. Ketoasidosis diabetikum yang tidak segera diobati dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.

2. Wanita hamil
Wanita hamil umumnya tidak boleh mengambil diet Keto karena risiko terhadap kesehatan dan perkembangan janin.

Efek ketosis jangka panjang selama kehamilan terkait erat dengan gangguan perkembangan otak janin.

Selanjutnya, ketosis selama kehamilan juga dianggap meningkatkan risiko spina bifida. Spina bifida adalah kelainan pada tubuh janin karena pembentukan saraf tulang belakang yang tidak sempurna.

3. Ibu menyusui
Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak asupan cairan untuk mempertahankan produksi ASI teratur. Salah satu alasan mengapa ibu menyusui tidak harus mengikuti diet keto adalah efek ketosis yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Diet keto juga sangat rendah karbohidrat, sehingga ibu menyusui akan merasa lebih mudah lelah. Selain itu, asupan kalori dan karbohidrat yang memadai diperlukan oleh ibu menyusui untuk memulai produksi ASI.

Anda bahkan tidak bisa mengganti cairan dan karbohidrat yang hilang dengan buah karena makanan ini tabu dalam diet keto.

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda ingin diet
Diet keto mungkin bermanfaat bagi sebagian orang, tetapi tidak harus bagi penderita diabetes, wanita hamil dan menyusui. Alasannya adalah bahwa ketiga kondisi ini membuat tubuh Anda lebih rentan terhadap efek samping dari diet keto.

Jika Anda mengalami salah satu dari kondisi ini, cobalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi Anda untuk menentukan jenis diet yang paling tepat. Pola makan yang sehat tidak hanya harus efektif, tetapi juga aman dan bermanfaat bagi kesehatan.

Baca lainnya :


Comments are Closed